Tertatih kususuri jalan hidup
Lewati setapak tak tentu singgahku nanti
Kuiringi garis alam yang membentang nasibku
Pelindungku adalah Tuhan
Penerangku adalah bintang
Peneduhku adalah malam
Penyejukku adalah hujan
Namun pikirku tak hanya itu
Untuk apa bintang menerangiku?
Untuk apa malam meneduhkanku?
Untuk apa hujan menyejukkanku?
dan…
Untuk apa Tuhan melindungiku?
Untuk itu semua kutiba pada tujuanku nanti
badai gurun akan membawa aku, menghapus jejakku di pasir berdebu
angin pantai akan menghempasku, memporandakan istana pasirku
gelombang tenang akan menghantarku berlayar ; ke dunia lain , menghanyutkan rasa segala
dan tak kusangka salah jika hati telah bercermin
mata telah tersayup
langkah telah terkubur
debu-debu jalanan menumbuhkan aku liar
di kolong jembatan hati malamku bersemayam
aku ini hanya pengemis nasib
peminta minta takdir bermuka garang
baju compang camping dan balutan sutra
telah menjadi batas aturan mitos adat dan budaya
itu nyata, benar adanya…
kita ini hanyalah pemeran drama tuhan
telah jelas tokoh tergambarkan alur
juga aturan mainya…
aku ini ilalang liar
yang dikawini serangga-serangga kurang ajar
hingga matipun aku tetap liar
termakan serangga-serangga kurang ajar
namun kau itu awan cakrawala
megah teratas pandangan mempesona
disusunan beratap-atap langit
hingga nantipun kau tetap megah…
kita ini beda, sebeda senyatanya tak sama
tak usah paksa mencoba sebrang lautan api
akan percuma, terbakar nantinya di dasar laut
jalan ini coba aku mengerti, maknai keindahan yang terbingkai
hanya bisa dipandang, tak dimiliki
cobalah kita sadari nurani, terima peran yang ditokohkan tuhan
ayolah kita pahami diri, itu bukan berarti menuruti kata hati
marilah kita tanyakan akal budi, ini berarti kita benam egonya rasa hati
kelak pasti kau akan tahu itu?
lalu…
aku hanya bisa bilang padamu;
rajut perjalanan hari esokmu, ada disana bintang kan kau raih
urai cita-citamu itu, jangan sampai itu terhalang rasa memenjara
rangkai bunga-bunga taman hidupmu, dan biarkan kumbang yang berhak akan mencumbu madumu
aku hanyalah pengembara mimpi, petualang hayal ; pencari arti
bukan aku yang pantas menempati singgasana itu
senja telah menantiku untuk kembali terlelap menanti pagi
kau harus tetap teruskan jalanmu