<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Ach... Hanya iseng doang kok...</title>
	<atom:link href="http://j4smine.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://j4smine.wordpress.com</link>
	<description>Mencoba lebih memaknai hidup</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Aug 2008 07:23:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Cinta Tulus oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/06/02/cinta-tulus/#comment-10</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 07:23:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/?p=13#comment-10</guid>
		<description>jika pernah kau bertanya ;
apa ada yang salah padaku??
ada apa dengan sikapmu??

tak ada yang salah padamu
salah jika kau harus merasa bersalah 
karena akulah yang bersalah atas semua ini 
karena seharusnya akulah yang punya salah
bukan kamu ....

sikap dan tingkah langkahku itu 
mungkin banyak menjadikan tanya padamu 
karena memang tak seharusnya itu ada
tak semestinya  itu aku lakukan 

tapi jikapun tidak aku berlaku itu 
maka tak akan ada tanya diantara kita 
tak akan ada titik cahaya penyadaran dalam diriku 

bukan benci karena aku bersikap itu 
karena kau tak pantas aku benci
justru aku benci dan marah pada diri sendiri 
benci karena tak aku mampu tegakkan jiwaku 

resah....???
tergoyah...???
semenjak lama sebenarnya talah menyekat perjalananku
tapi tetap ku pendam resah itu 
tatap aku biarkan goyah merapuhkan 
tak aku mau kau tahu itu
fikirku waktu akan menjawab itu
akan membuka hijab dari resahku 

tapi tidak..!!
semakin waktu itu berlalu 
semakin tersekat tak ada daya tubuhku olehny
karena itu sakit...
sakit jika aku simpan duri dan aku biarkan 
tapi tak juga kau tahu itu ???
karena tak ku ingin kau tahu itu 
hingga tiba duri telah tercabut 
dan.....???
semakin hilang rasa terluka itu 
tapi..??
tak juga kau tahu itu ...

saat ini ...
sebatas perbedaan yang kau tahu 
memang itulah yang telah menggoyahkan 
memang itulah yang telah memasung langkah
tapi suatu hari nanti 
ketika kau telah tiba disini 
kuingin kau tau semuanya 
semua yang selama ini tak pernah kau tau dariku 
semua yang selama ini telah menjadi misteri bagimu 

agar langkahku juga langkahmu terbebas dari jerat
agar harimu juga hariku semakin indah esok datang
agar jiwaku juga jiwamu akan mampu tegak kembali 

jika saat itu telah tiba
kuingin kita benam egonya rasa hati 
kuingin kita tanggalkan tirai hati kita 
kuingin kita timbangkan petunjuk pikiran
dan kuingin kita saling tanyakan pada nurani dan akal budi kita  
 

kalau boleh aku bilang jujur ;
wanita terbaik yang pernah aku temui adalah kau
dan tak ada sedikit kebencian untukmu 
sikapku kemaren itu hanyalah wujud kata hati yang memberontak sejak lama 
bukan karena benci ataupun karena kau salah 

nanti kuharapa kita bisa saling memahami dan mengerti 
karena itu akan membawa kita pada keihlasan 
mungkin tak pantas jika aku kata tentang keihlasan 
tapi itulah yang semenjak lama aku ingin wujudkan 
pada siapapun yang pernah menjadi bagian dari diriku 

semoga engkau bisa mengerti .....???????????


Nb:
aku ingin kau membaca tulisanku ini, tulisan yang sebenarnya sudah lama ingin aku ucap ...

http://diningrat.wordpress.com/2008/08/01/kuingin/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jika pernah kau bertanya ;<br />
apa ada yang salah padaku??<br />
ada apa dengan sikapmu??</p>
<p>tak ada yang salah padamu<br />
salah jika kau harus merasa bersalah<br />
karena akulah yang bersalah atas semua ini<br />
karena seharusnya akulah yang punya salah<br />
bukan kamu &#8230;.</p>
<p>sikap dan tingkah langkahku itu<br />
mungkin banyak menjadikan tanya padamu<br />
karena memang tak seharusnya itu ada<br />
tak semestinya  itu aku lakukan </p>
<p>tapi jikapun tidak aku berlaku itu<br />
maka tak akan ada tanya diantara kita<br />
tak akan ada titik cahaya penyadaran dalam diriku </p>
<p>bukan benci karena aku bersikap itu<br />
karena kau tak pantas aku benci<br />
justru aku benci dan marah pada diri sendiri<br />
benci karena tak aku mampu tegakkan jiwaku </p>
<p>resah&#8230;.???<br />
tergoyah&#8230;???<br />
semenjak lama sebenarnya talah menyekat perjalananku<br />
tapi tetap ku pendam resah itu<br />
tatap aku biarkan goyah merapuhkan<br />
tak aku mau kau tahu itu<br />
fikirku waktu akan menjawab itu<br />
akan membuka hijab dari resahku </p>
<p>tapi tidak..!!<br />
semakin waktu itu berlalu<br />
semakin tersekat tak ada daya tubuhku olehny<br />
karena itu sakit&#8230;<br />
sakit jika aku simpan duri dan aku biarkan<br />
tapi tak juga kau tahu itu ???<br />
karena tak ku ingin kau tahu itu<br />
hingga tiba duri telah tercabut<br />
dan&#8230;..???<br />
semakin hilang rasa terluka itu<br />
tapi..??<br />
tak juga kau tahu itu &#8230;</p>
<p>saat ini &#8230;<br />
sebatas perbedaan yang kau tahu<br />
memang itulah yang telah menggoyahkan<br />
memang itulah yang telah memasung langkah<br />
tapi suatu hari nanti<br />
ketika kau telah tiba disini<br />
kuingin kau tau semuanya<br />
semua yang selama ini tak pernah kau tau dariku<br />
semua yang selama ini telah menjadi misteri bagimu </p>
<p>agar langkahku juga langkahmu terbebas dari jerat<br />
agar harimu juga hariku semakin indah esok datang<br />
agar jiwaku juga jiwamu akan mampu tegak kembali </p>
<p>jika saat itu telah tiba<br />
kuingin kita benam egonya rasa hati<br />
kuingin kita tanggalkan tirai hati kita<br />
kuingin kita timbangkan petunjuk pikiran<br />
dan kuingin kita saling tanyakan pada nurani dan akal budi kita  </p>
<p>kalau boleh aku bilang jujur ;<br />
wanita terbaik yang pernah aku temui adalah kau<br />
dan tak ada sedikit kebencian untukmu<br />
sikapku kemaren itu hanyalah wujud kata hati yang memberontak sejak lama<br />
bukan karena benci ataupun karena kau salah </p>
<p>nanti kuharapa kita bisa saling memahami dan mengerti<br />
karena itu akan membawa kita pada keihlasan<br />
mungkin tak pantas jika aku kata tentang keihlasan<br />
tapi itulah yang semenjak lama aku ingin wujudkan<br />
pada siapapun yang pernah menjadi bagian dari diriku </p>
<p>semoga engkau bisa mengerti &#8230;..???????????</p>
<p>Nb:<br />
aku ingin kau membaca tulisanku ini, tulisan yang sebenarnya sudah lama ingin aku ucap &#8230;</p>
<p><a href="http://diningrat.wordpress.com/2008/08/01/kuingin/" rel="nofollow">http://diningrat.wordpress.com/2008/08/01/kuingin/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tujuanku Nanti oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/07/18/tujuanku-nanti/#comment-9</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 06:38:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/2008/07/18/tujuanku-nanti/#comment-9</guid>
		<description>badai gurun akan membawa aku, menghapus jejakku di pasir berdebu
angin pantai akan menghempasku, memporandakan istana pasirku
gelombang tenang akan menghantarku berlayar ; ke dunia lain , menghanyutkan rasa segala
dan tak kusangka salah jika hati telah bercermin 
mata telah tersayup 
langkah telah terkubur 

debu-debu jalanan menumbuhkan aku liar
di kolong jembatan hati malamku bersemayam
aku ini hanya pengemis nasib
peminta minta takdir bermuka garang

baju compang camping dan balutan sutra 
telah menjadi batas aturan mitos adat dan budaya
itu nyata, benar adanya...
kita ini hanyalah pemeran drama tuhan
telah jelas tokoh tergambarkan alur 
juga aturan mainya...

aku ini ilalang liar 
yang dikawini serangga-serangga kurang ajar
hingga matipun aku tetap liar 
termakan serangga-serangga kurang ajar

namun kau itu awan cakrawala
megah teratas pandangan mempesona 
disusunan beratap-atap langit 
hingga nantipun kau tetap megah...

kita ini beda, sebeda senyatanya tak sama
tak usah paksa mencoba sebrang lautan api 
akan percuma, terbakar nantinya di dasar laut 
jalan ini coba aku mengerti, maknai keindahan yang terbingkai 
hanya bisa dipandang, tak dimiliki

cobalah kita sadari nurani, terima peran yang ditokohkan tuhan 
ayolah kita pahami diri, itu bukan berarti menuruti kata hati
marilah kita tanyakan akal budi, ini berarti kita benam egonya rasa hati 
kelak pasti kau akan tahu itu?

lalu...
aku hanya bisa bilang padamu;
rajut perjalanan hari esokmu, ada disana bintang kan kau raih
urai cita-citamu itu, jangan sampai itu terhalang rasa memenjara
rangkai bunga-bunga taman hidupmu, dan biarkan kumbang yang berhak akan mencumbu madumu
aku hanyalah pengembara mimpi, petualang hayal ; pencari arti
bukan aku yang pantas menempati singgasana itu 
senja telah menantiku untuk kembali terlelap menanti pagi
kau harus tetap teruskan jalanmu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>badai gurun akan membawa aku, menghapus jejakku di pasir berdebu<br />
angin pantai akan menghempasku, memporandakan istana pasirku<br />
gelombang tenang akan menghantarku berlayar ; ke dunia lain , menghanyutkan rasa segala<br />
dan tak kusangka salah jika hati telah bercermin<br />
mata telah tersayup<br />
langkah telah terkubur </p>
<p>debu-debu jalanan menumbuhkan aku liar<br />
di kolong jembatan hati malamku bersemayam<br />
aku ini hanya pengemis nasib<br />
peminta minta takdir bermuka garang</p>
<p>baju compang camping dan balutan sutra<br />
telah menjadi batas aturan mitos adat dan budaya<br />
itu nyata, benar adanya&#8230;<br />
kita ini hanyalah pemeran drama tuhan<br />
telah jelas tokoh tergambarkan alur<br />
juga aturan mainya&#8230;</p>
<p>aku ini ilalang liar<br />
yang dikawini serangga-serangga kurang ajar<br />
hingga matipun aku tetap liar<br />
termakan serangga-serangga kurang ajar</p>
<p>namun kau itu awan cakrawala<br />
megah teratas pandangan mempesona<br />
disusunan beratap-atap langit<br />
hingga nantipun kau tetap megah&#8230;</p>
<p>kita ini beda, sebeda senyatanya tak sama<br />
tak usah paksa mencoba sebrang lautan api<br />
akan percuma, terbakar nantinya di dasar laut<br />
jalan ini coba aku mengerti, maknai keindahan yang terbingkai<br />
hanya bisa dipandang, tak dimiliki</p>
<p>cobalah kita sadari nurani, terima peran yang ditokohkan tuhan<br />
ayolah kita pahami diri, itu bukan berarti menuruti kata hati<br />
marilah kita tanyakan akal budi, ini berarti kita benam egonya rasa hati<br />
kelak pasti kau akan tahu itu?</p>
<p>lalu&#8230;<br />
aku hanya bisa bilang padamu;<br />
rajut perjalanan hari esokmu, ada disana bintang kan kau raih<br />
urai cita-citamu itu, jangan sampai itu terhalang rasa memenjara<br />
rangkai bunga-bunga taman hidupmu, dan biarkan kumbang yang berhak akan mencumbu madumu<br />
aku hanyalah pengembara mimpi, petualang hayal ; pencari arti<br />
bukan aku yang pantas menempati singgasana itu<br />
senja telah menantiku untuk kembali terlelap menanti pagi<br />
kau harus tetap teruskan jalanmu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Fajar Kala itu&#8230; oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/07/18/fajar-kala-itu/#comment-8</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 13:02:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/?p=23#comment-8</guid>
		<description>semakin bagus puisinya...
kembangkan terus..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semakin bagus puisinya&#8230;<br />
kembangkan terus..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di A b a h oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/06/23/a-b-a-h/#comment-7</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 19:46:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/?p=21#comment-7</guid>
		<description>di perbaiki dnk layout dan tata letak halaman blogmu 
biar agak terlihat lebih indah dan cantik 
okey...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>di perbaiki dnk layout dan tata letak halaman blogmu<br />
biar agak terlihat lebih indah dan cantik<br />
okey&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di A b a h oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/06/23/a-b-a-h/#comment-6</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 19:43:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/?p=21#comment-6</guid>
		<description>sepertinya sudah pernah aku baca puisi ini...
hehehehe.....
semangat ....
koment tow neng blogu ..
kemudian diisi belom</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepertinya sudah pernah aku baca puisi ini&#8230;<br />
hehehehe&#8230;..<br />
semangat &#8230;.<br />
koment tow neng blogu ..<br />
kemudian diisi belom</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mungkinkah&#8230;??? oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/06/05/mungkinkah/#comment-5</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 16:46:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/?p=18#comment-5</guid>
		<description>sudah mulai bisa bermain metafora...
diksinya juga udah bagus dan cocok dan utuh sesuai keterkaitan antar kalimat yang akan membewa arti yang pas dan enak..

tapi ada satu kesalahan &quot;kalau bisa jangan mengulang kalimat yang sama&quot; kalau kata ga&#039; masalah asal permainan dalam kalimat bagus... tapi untuk perulangan kalimat apalagi sajak/paragraf, itu dihindari ....

seperti dalam sajak ini 

&quot;Mungkinkah…???
Sanggup kubaca isyarat yang digerakkan alm padaku
Pemahamanku meniti dalam angan
Mungkin tak berarti
Kuhanya pengembara ulung pemburu batu zamrud&quot;

ada dua sajak yang sama dalam satu judul puisi diatas...

udah bagus...semanagt....
tingkatkan lagi bakat yang mulai tumbuh ni...
okey..
jangan pernah bosan untuk selalu menulis dan menulis....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sudah mulai bisa bermain metafora&#8230;<br />
diksinya juga udah bagus dan cocok dan utuh sesuai keterkaitan antar kalimat yang akan membewa arti yang pas dan enak..</p>
<p>tapi ada satu kesalahan &#8220;kalau bisa jangan mengulang kalimat yang sama&#8221; kalau kata ga&#8217; masalah asal permainan dalam kalimat bagus&#8230; tapi untuk perulangan kalimat apalagi sajak/paragraf, itu dihindari &#8230;.</p>
<p>seperti dalam sajak ini </p>
<p>&#8220;Mungkinkah…???<br />
Sanggup kubaca isyarat yang digerakkan alm padaku<br />
Pemahamanku meniti dalam angan<br />
Mungkin tak berarti<br />
Kuhanya pengembara ulung pemburu batu zamrud&#8221;</p>
<p>ada dua sajak yang sama dalam satu judul puisi diatas&#8230;</p>
<p>udah bagus&#8230;semanagt&#8230;.<br />
tingkatkan lagi bakat yang mulai tumbuh ni&#8230;<br />
okey..<br />
jangan pernah bosan untuk selalu menulis dan menulis&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Keindahan Cinta oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/06/02/keindahan-cinta/#comment-4</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 16:35:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/?p=14#comment-4</guid>
		<description>akan lebih indah lagi jika keindahan tertempatkan dalam keindahan di keindahan singgasana cinta......

memurnikan tangis air mata, menjernihkan sungai jiwa, mengkilaukan kaca cermin hati...

keindahan akan lebih indah jika indahnya keindahan sebuah keindahan telah membuai kita......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>akan lebih indah lagi jika keindahan tertempatkan dalam keindahan di keindahan singgasana cinta&#8230;&#8230;</p>
<p>memurnikan tangis air mata, menjernihkan sungai jiwa, mengkilaukan kaca cermin hati&#8230;</p>
<p>keindahan akan lebih indah jika indahnya keindahan sebuah keindahan telah membuai kita&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bosanku,penatku oleh Penyair Glandangan</title>
		<link>http://j4smine.wordpress.com/2008/05/21/bosankupenatku/#comment-3</link>
		<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:23:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://j4smine.wordpress.com/?p=6#comment-3</guid>
		<description>bila boleh aku kasih saran tentang puisi kamu...!!!!

untuk puisi ini, sudah bagus... kaitan antara bait sudah ada, begitupun keteraturanya...namun masih kuran dalam permainan DIKSI... diksi dalam puisi itu sangatlah penting ... karena puisi akan lebih enak dibaca jika diksinya tepat, dengan diksi pula puisi itu akan terasa utuh dalam penyampian maksud...

kedua METAFORA ... berikan balutan metafora dalam puisi2 kamu sekalipun itu metafora yang ringan, mudah dipahami ... dengan begitu puisi kamu akan lebih bermakna dan indah yang di lengkapi dengan diksi  yang utuh dan tepat serta permainan metafora yang APIK ....

kalau boleh lagi sedikit mengedit kata2 dalam puis ini tapi tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan...

DIKSI = pemilihan kata yang tepat dan sesuai
METAFORA = kata kiasan yang berati suatu kata atau kalimat yang di tulis utuk menerangkan sesuatu dengan bahasa yang tidak lazimnya.Metafora dalam kajian ini digunakan dalam artinya yang luas sebagai sinonim kata majas dalam bahasa Indonesia yang mencakup majas perbandingan, pertautan, dan pertentangan.

METAFORA(menurut H. Asphani)=Pemadanan langsung satu hal dengan hal lain, atau melihat sesuatu dengan perantaraan sesuatu yang lain, tanpa menggunakan kata-kata hubung pembanding. 

Bila simile seakan perbandingan yang ragu, maka metafora adalah penyamaan yang tegas. Bila 
simile berpola A seperti B, maka metafora berpola A adalah B. Menurut I.A. Richards dalam &quot;The Philosophy of Rhetoric&quot; (1936), metafora terdiri dari dua bagian: tenor dan vehicle. Tenor adalah subjek yang hendak dijelaskan dengan sifat-sifat tertentu. Sedangkan vehicle adalah subjek lain yang sifat-sifatnya dipinjam untuk memperjelas. Ini hanya sekedar istilah. Penulis lain memakai istilah ground untuk tenor, dan figure untuk vehicle. 

Sesunguhnya metafora itu lebih luas pembahasannya. Terlalu sempit tempat untuk metafora kalau ia hanya dibahas sebagai sebuah majas atau gaya bahasa. Metafora menuntut tempat istimewa dalam pembahasan Bahasa itu sendiri, secara luas. Metafora - dalam puisi - pun berhak untuk diberi perhatian lebih untuk digarap secara amat serius.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bila boleh aku kasih saran tentang puisi kamu&#8230;!!!!</p>
<p>untuk puisi ini, sudah bagus&#8230; kaitan antara bait sudah ada, begitupun keteraturanya&#8230;namun masih kuran dalam permainan DIKSI&#8230; diksi dalam puisi itu sangatlah penting &#8230; karena puisi akan lebih enak dibaca jika diksinya tepat, dengan diksi pula puisi itu akan terasa utuh dalam penyampian maksud&#8230;</p>
<p>kedua METAFORA &#8230; berikan balutan metafora dalam puisi2 kamu sekalipun itu metafora yang ringan, mudah dipahami &#8230; dengan begitu puisi kamu akan lebih bermakna dan indah yang di lengkapi dengan diksi  yang utuh dan tepat serta permainan metafora yang APIK &#8230;.</p>
<p>kalau boleh lagi sedikit mengedit kata2 dalam puis ini tapi tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan&#8230;</p>
<p>DIKSI = pemilihan kata yang tepat dan sesuai<br />
METAFORA = kata kiasan yang berati suatu kata atau kalimat yang di tulis utuk menerangkan sesuatu dengan bahasa yang tidak lazimnya.Metafora dalam kajian ini digunakan dalam artinya yang luas sebagai sinonim kata majas dalam bahasa Indonesia yang mencakup majas perbandingan, pertautan, dan pertentangan.</p>
<p>METAFORA(menurut H. Asphani)=Pemadanan langsung satu hal dengan hal lain, atau melihat sesuatu dengan perantaraan sesuatu yang lain, tanpa menggunakan kata-kata hubung pembanding. </p>
<p>Bila simile seakan perbandingan yang ragu, maka metafora adalah penyamaan yang tegas. Bila<br />
simile berpola A seperti B, maka metafora berpola A adalah B. Menurut I.A. Richards dalam &#8220;The Philosophy of Rhetoric&#8221; (1936), metafora terdiri dari dua bagian: tenor dan vehicle. Tenor adalah subjek yang hendak dijelaskan dengan sifat-sifat tertentu. Sedangkan vehicle adalah subjek lain yang sifat-sifatnya dipinjam untuk memperjelas. Ini hanya sekedar istilah. Penulis lain memakai istilah ground untuk tenor, dan figure untuk vehicle. </p>
<p>Sesunguhnya metafora itu lebih luas pembahasannya. Terlalu sempit tempat untuk metafora kalau ia hanya dibahas sebagai sebuah majas atau gaya bahasa. Metafora menuntut tempat istimewa dalam pembahasan Bahasa itu sendiri, secara luas. Metafora &#8211; dalam puisi &#8211; pun berhak untuk diberi perhatian lebih untuk digarap secara amat serius.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
