Feeds:
Pos
Komentar

Fajar Kala itu…

Fajar kala itu…
dalam sayup mata hati
dalam batas nafas pundi
dalam lemah denyut nadi
dalam sujud bumi abadi

bersama embun menetes tangis
bersama surya menembus tabir
bersama burung menggumam tahlil
bersama-Mu kelak menutup takdir

Iklan

Tujuanku Nanti

Tertatih kususuri jalan hidup
Lewati setapak tak tentu singgahku nanti
Kuiringi garis alam yang membentang nasibku
Pelindungku adalah Tuhan
Penerangku adalah bintang
Peneduhku adalah malam
Penyejukku adalah hujan

Namun pikirku tak hanya itu
Untuk apa bintang menerangiku?
Untuk apa malam meneduhkanku?
Untuk apa hujan menyejukkanku?
dan…
Untuk apa Tuhan melindungiku?
Untuk itu semua kutiba pada tujuanku nanti

A b a h

Abah…
Kerut mengering di bawah ubunmu
Renta terlukis kuat di kanvas wajahmu
Gagah kau dalam meniti samudra
Rakitmu alum berdayung lontar berirama
Yakinkan awakmu hingga dermaga di sisi

Abah…
Saatku tak dapat turut menyusupi bayangmu,
Menghapus peluh di keningmu,
Mengabdi sebagai budak lemahmu,
Saat kau lepaskan,
yakinkanku kan menjadi nakhoda nan anggun…
di rakitku

Abah…
Awakmu ini…
Rindu ini…
Air mata ini…

Ku kan selalu mencoba membahagiakanmu
karna kaulah sosok pria teragung di hatiku…

Mungkinkah…???

Mungkinkah…???
Sanggup kubaca isyarat yang digerakkan alm padaku
Pemahamanku meniti dalam angan
Mungkin tak berarti
Kuhanya pengembara ulung pemburu batu zamrud

Mungkinkah…???
Bisa kubungkus dengan nyiur peneduh jiwaku
Esok kan kupersembahkan pada dewa dewi agung disinggasana jiwa

Mungkinkah…???
Dapat kucabut tombak yang sangat kuat di sanubari
hingga tak dapat kau lihat luka yang membekas itu
Mungkinkah…???
Sanggup kubaca isyarat yang digerakkan alm padaku
Pemahamanku meniti dalam angan
Mungkin tak berarti
Kuhanya pengembara ulung pemburu batu zamrud

Mungkinkah…???
Bisa kubungkus dengan nyiur peneduh jiwaku
Esok kan kupersembahkan pada dewa dewi agung disinggasana jiwa

Mungkinkah…???
Dapat kucabut tombak yang sangat kuat di sanubari
hingga tak dapat kau lihat luka yang membekas itu

Menawar Hati

Mungkin kau terlampau tenggelam

Hanyut seiring kuncup bunga terjatuh, di muara kalbu

Entah apa..??entah siapa..??

Seorang jauh disana lambaikan tangan

Mengharap izin hati, memohon langkah segan

Singgah keperaduanya walau hanya salam kan terucap

Hanyut semakin hanyut, tenggelam semakin tenggelam

Bahkan tak kau mampu junjung tanganmu, tuk kembali menyapanya

Terlanjur lisan ikrar janji, pula hati telah benihkan harapan

Keindahan Cinta

Jangan mencintai karna dia sempurna,

tapi buatlah dia sempurna karna kita yang mencintainya.

Perbedaan bisa menimbulkan cinta,

sedang cinta bisa menerima perbedaan.

Mencintai adalah sesuatu yang indah,

sedang dicintai adalah sesutu yang lebih indah.

Mencintai dan dicintai adalah segalanya dari “Keindahan”.

Cinta Tulus

Cinta yang tulus adalah ketika kau menitikkan air mata tapi kau masih peduli padanya,

ketika dia tak peduli tapi kau masih menunggunya,

ketika dia mencintai orang lain tapi kau masih bisa tersenyum, asalkan dia bahagia,

ketika cinta itu mati, kau tidak perlu mati bersamanya,

karena cinta akan membuatnya kuat dan tegak ketika ia jatuh.